Cerpen
SANG DEWI
By. Alam10
Masih kuingat dengan jelas wajah ayumu yang selalu memberiku kedamaian dalam setiap langhkahku, masih kuingat dengan jelas saat pertama kali aku mengenal gadis lugu yang telah menjerat hatiku. “ Dewi “ nama yang selalu ada dalam hatiku. Ah.. egoisnya aku, mengapa aku mesti selalu menginggatnya, bukan kah ia bukan miliku lagi, bukankah aku pernah mengatakannya aku harus merelakan ia menjadi milik orang lain.
Sepuluh tahun yang lalu sengaja kutinggalkan kotaku demi gadis yang aku cintai, walaupun kepergianku membawa luka yang sangat dalam, aku harus bisa melupakan semua itu. Kutekadkan hatiku untuk bisa berdiri diantara kerapuhan cintaku.
Masih ku ingat surat terakhir darimu yang tak pernah aku lupakan, “ Yoga.. maafkan aku, kalau semua ini harus aku lakukan aku tak kuasa menolak kehendak orang tuaku, walaupun hatiku hancur, apapun yang kulakukan tak kan pernah merubah cintaku padamu.”sampai detik ini surat itu masih kusipan karna surat itu memberiku kekuatan yang amat dahsyat dalam jalan hidupku.
Sepuluh tahun sudah berlalu kerinduanku akan kota tercintaku semakin mengebu, ingin rasanya aku menikmati kembali sejuknya kota kecilku diwaktu pagi, menikmati malam di alun-alun kota sambil sambil becengkrama dengan sahabat lama.. ah sangat indah rasanya.
Pagi yang indah ini kuputuskan untuk mengunjungi kota kecilku yang telah lama kutinggal… sengaja pagi ini aku bangun lebih awal tidak seperti biasanya… sampai Bi Atun Terheran-heran melihatku bangun pagi-pagi sekali “ mas ada apa, kok pagi-pagi sudah bangun, apa mas mau keluar kota ? “ aku mau pulang kampung Bi… “ Bi Atun semakin binggung mendegar Majikannya mau pulang Kampung “ apa bibi enggak salah denger ni mas..!! Bukan nya kota Jakarta Kampungnya mas Yoga !! “ ya bukan lah bi.. aku juga sama pendatang seperti bibi yang ikut memenuhi Jakarta ini.. ah mas Yoga bisa ajah..” ok, Bi sekarang Bibi tolongin Yoga kemasin baju-baju Yoga dan masukin ke mobil, apa mau lama to mas ? Ya ialah Bi… mungkin sekitar satu mingguan.
Bi Atun adalah pembatu yang sudah kuanggap sebagai penganti ibuku, dia sangat memperhatikanaku dalam segala hal, selama ini Bi Atun tidak mengetahui kalau aku hidup di Jakarta ini hanya sebatang kara tanpa sanak dan saudara. Yang dia tahu aku anak orang kaya yang hidup sendiri tanpa keluarga.
“ Mas Yoga semuanya udah beres, sekarang mas sarapan dulu. Ok Bi, ma kasih.. aku enggak serapan Bi, aku mau sarapan di jalan aja tar sekalian beli oleh-oleh buat teman-teman. “Ya udah…hati-hati ya mas jangan kebut-kebutan dijalan.” Iya bi.. jaga rumah ya bi…
Bayangan kotaku sudah dipelupk mata ingin rasanya aku segera datang kekotaku dan bertemu dengan teman-temanku. Mobilku terus melaju tak terasa waktu tiga jam telah aku lalui, aku sudah memasuki kotaku yang lama kutinggalkan, seakan aku merasa asing banyak perubahan dimana-mana, kotaku semakin cantik indah walaupun tak seindah Jakarta tapi kota Rangkasbitung begitu mempesona, anak-anak muda terlihat sudah begitu maju tidak jauh dengan penampilan anak-anak kota metropolitan, yang membedakan mereka hanya logat bahasa mereka yang begitu kentalnya, logat bahasa Rangkasbitung yangterkenal dengan logat sunda kasar., tapi itulah kota Rangkasbitung, yang menyimpan seribu warna-warni kenangan masa laluku.
Setelah kutelusuri sudut-sudut kotaku akhirnya aku putuskan untuk mencari penginapan disekitar pusat kota. Yang dekat dengan tempat kelahiranku. Tepat sekali penginapan itu dekat sekali dengan kali ciujung yang dulu terkenal dengan banjirnya dan yang dulu pernah menjadi tempat bermain dengan teman-teman sekampungku, berenang bersama disungai ciujung dan bermain bola disaat sungai kering akibat kemarau panjang… oh sungguh indah bila mengenang masa lalu itu, andai saja ayah dan ibuku masih ada mungkin akan lebih indah menikmati kota ini.
Segera ku ambil barang-barangku dan segra aku memasuki kamar penginapan, cukup lumayan ukuran penginapan kota kecil seperti kota Rangkasbitung ini, sangat nyaman sekali penginapan ini. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara ketukan pintu, segera kubuka pintu itu, seorang pelayan penginapan mengantarkan segelas air jeruk sebagai minuman penyambut “ selamat sore pak ..ini segelas air jeruk untuk menemani santai bapak….oh yah makasih. Waktu telah menunjukan pukul 19.00 aku segera menganti pakainku untuk keluar menikmati malam di alun-alun kotaku. Aku bergegas keluar kepelataran pakir penginapan menuju mobilku dan aku meluncur menuju alun-alun. Dalam waktu lima menit aku dah nyampai di alun-alun karena alun-alun tidak jauh dari tempat penginapanku. Waw sungguh menakjubkan malam ini!! Alun-alun kotaku begitu indah pendopo-pendopo kini dihiasi dengan lampu warna-warni tugu angklung menjulang tinggi menghiasi alun-alun yang dulu hanya hamparan rumput hijau dan pagar besi yang sudah berkarat kini bagaikan pelataran istana yang begitu indah. Segera kuparkir mobilku. Aku turun dari mobil dan menuju memasuki alun-alun, kebetulan malam ini malam minggu dan Nampak ada sebuah acara hiburan di tengah alan-alun sehingga malam ini merupakan malam sepecial buatku. Segaja aku mencari tempat duduk pas di tempat tugu sehingga aku lebih leluasa memandang malam indah ini, keindahan malam begitu kurasakan, keindahan yang pernah aku rasakan sepuluh tahun yang lalu dengan nuansa berbeda, saat kunikmati malam ini tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara yang taka sing lagi. Hay yoga !! Kemana aja kau ini …tak ada kabar beritantany ? aku sempat kaget menilahat penampilan sahabat karibku yang begitu berubah….Kenapa yog.. ? lho dah enggak kenal gue…, enggak…lho Denas khan..!! iya lah.. aku Denas tambah ganteng kan..!! “ Gila Juga Lho malah tambah tambun kaya bola Lho…Hahaaa….
“ Den mana Santi? Sedikit mengkerut Denas manjawab… Santi…ngapain nanyain Santi dia dah kabur dari kehidupan gue.. “ maksud lho!! Ya ialah dia bukan milik gue lagi, dia telah memilih hidup dengan leleki lain. Gue sekarang jomblo habis Ga!
“ oh yah mana cewek lho !! yoga sempat kaget mendapat pertanyan seperti itu dari Denas… “ hahaa…sama, kita jomblo Den… Gw enggk percaya kalau lho jomblo, tampang lho boleh pasti cewek Jakarta habis ma lho iya kan..!! enggak juga Dens… selama ini belum ada wanita yang dapat mengantikan Dewi dihatiku Den… maksudlho!! Lho masih menyimpan cita tulus lho ma Dewi… iya Den, jujur kepergian gw hanya ingin melihat dia bahagia dan tidak terbebani dengan ras bersalah. Gue sebatangkara dikota ini tanpa sanak dan saudara, hati gue pernah hancur demi satu cinta tapi gue harus bangkit untuk membuktikat bahwa gue yang hina bisa mempertahankan cinta gue. ok Yoga, gue salut ma lho, jangan teruskan cerita romantic lho, yang perlu lho ketahui Dewi lho ada disini..dia selalu menunggu kehadiran lho, rumah tangganya kandas ditengah jalan, ia tersiksa hidup dengan lelaki pilihan orang tuanya. Suatu hari ia datang kepadaku dan memohon kepadaku untuk menjadi penyanyi panggilan yang aku kelola, dengan bakatnya dia berkembang dia menjadi primadona diantara penyanyi-penyanyi yang lain, perlu kamu ingat dia tak pernah melupakan kenangan manisnya bersamamu setiap akhir dari pentasnya ia selalu menyanyikan lagu “tirai” yang selalu kalian nyanyikan dulu.” maksudlho..!!, maksud lho dewi menjadi penyanyi setelah kehidupannya hancur. “ yah..” Ok gw tinggal dulu, lho jangan kemana-mana… ok Dens
Malam semakin larut.. perkataan Denas membuat aku semakin binggung.akhirnya kucoba mendekati panggung hiburan yang kelihatanya semakin diminati oleh para pengunjung alun-alun. Aku sempat kaget ketika Denas berada diatas panggung hiburan itu, kulihat Denas mengambil mike dan terdengar suara Denas dengan Lantang…Ok selamat malam semua ….malam ini adalah malam terindah buat kalian semua dan buat biduan cantik kita Dewi…. Tepuk tangan meriah begitu terasa. Aku sempat kaget ketika Denas menyebut nama Dewi, kembali suara Denas semakin nyaring, kita sambut Dewi… tepuk riuh penonton semakin riuh karena ingin segera melihat penampilan Dewi sang primadona. Dewi melambaikan tangan kepenonton dan mengucapkan Selamat malam….
Yoga sempat tertegun dengan apa yang dilihatnya sosok wanita yang selama ini ia impikan hadir didepan mata. Kembali suara Denas nyaring terdengar kali ini suara Denas sedikit romantic terdengar… “Ok para penonton malam ini adalah malam terindah buat buat Dewi dan buat kalian semua…. Malam ini ada sesuatu yang terindah buat Dewi karena malam ini Dewi biduan kita akan mendapatkan cinta sejatinya. Ok buat saudaraku Yoga Kelana agar menaiki panggung… sepintas Dewi terkejut dengan apa yang diucapkan denas… sekali lagi saudaraku Yoga Kelana agar menaiki panggung. Suasana menjadi hening penonton saling memandang siapa yang bernama Yoga Kelana. Akhirnya napak sesosok lelaki gagah hadir menghampiri Dewi, Dewi hamper tak percaya dengan kehadiran yoga diatas panggung.. akhirnya mereka saling berpelukan suasana sangat mengharukan. Malam ini adalah malam terindah buat mereka berdua cinta mereka sempat terengut oleh ke egoisan, dan malam ini Tuhan telah mempertemukan mereka kembali. Dengan sigapnya Denas merubah suasana yang haru biru itu menjadi ceria lagi…ok kita sambut mereka dengan lagu tirai… kembali tepuk riuh penonton bergemuruh ingin segera mendengarkan lantunan lagu merdu dari sang dewi. Sebuah lagu telah dilantunkan oleh sang dewi dengan pujaan hatinya, akhirnya mereka meninggalkan pangung dengan diiringi tepuk meriah penonton seakan-akan malam ini milik mereka berdua.
Di belakang pangung Denas menyambut dengan senyum bahagia… “ Ok Yog.. lho dah dapatkan dewimu kembali…lalu lho mau bawa kemana tuh si Dewi… “ gw mau bawa dewiku ke langit biru,aku akan selalu menyanyi dan menari bersamanya, Makasih Dens atas sensasi lho yang bikin gw gemetar, lho teman sejati gw, gw tak akan pernah melupakan lho, tapi untuk malam ini lho tak perlu ikut gw karena malam ini hanya miliku dan milik dewiku ok dens… “ gila juga yah lho..udah gw bantuin ninggalin gw begitu ajah… tapi ok deh nikmati mala mini untuk kalian berdua…
Akhirnya Yoga dan Dewi segera meninggalkan denas…dengan senyum kebahagiaan…
Yoga masih kelihatan agak bingung mereka saling diam tanpa bicara sedikitpun mereka hanya saling memandang dengan tatapan kebahagiaan….
“akhirnya Yoga memberhintakan Mobil disebuah pantai yang pernah mereka kunjungi sepuluh tahun yang lalu, Pantai anyer adalah saksi cinta mereka
Deburan ombak, bintang dan rembulan seakan memandang dua sejoli yang hanya diam terpaku tanpa sepatah kata, sesekali pandangan mereka beradu mengisyaratkan kerinduan yang dalam…, akhirnya dalam keheningan itu yoga tak kuat menahan gejolak hatinya yang selama ini terpendam oleh kegoisan. “ Gelinjang kehangatan sangat terlihat pada keduanya…